|
Membumikan Gagasan Ibn Khaldun
(Sebuah Pembacaan atas Konsep Sosiologi dan Filsafat Sejarah)
|
Menimbang
Epigonisme dengan Empirisme Religius
Asumsi
yang melekang kuat dalam benak masyarakat muslim selama berabad-abad adalah
selepas runtuhnya Baghdad karena serangan bangsa Mongol, peradaban Islam
menjadi mundur dan hancur. Peradaban Islam, baik di Timur maupun Barat,
bergerak turun menuju titik nadir. Cerita kegemilangan dan optimisme sarjana
raksasa Islam Klasik menguap. Berganti menjadi pesimisme dan glorifikasi atas
tradisi dan warisan masa silam. Inovasi adalah sebuah kelangkaan. Sementara
ketundukan dan kepasrahan adalah sikap yang dominan.
Banyak
sejarawan sepakat dengan asumsi di atas. Bagi mereka, pasca keruntuhan
Baghdad, peradaban Islam telah bangkrut dan gulung tikar. Yang tampil ke
permukaan adalah sekadar pengulangan; tanpa berhasil menjelitkan nuansa baru.
Budaya komentar (syarh), penjelasan (hasyiyah), ringkasan (talkhis)
dan membikin syair (nudhum) adalah lebih dari sekadar bukti untuk
meneguhkan tesis kemunduran dan kebangkrutan peradaban Islam |